Ladang Minyak di Nigeria yang Belum Dioptimalkan

Ladang minyak tentu menjadi kabar yang menyenangkan bagi negara yang memilikinya. Selain Dubai, Nigeria termasuk penghasil minyak yang potensial. Kenyataan tentang negara yang memiliki minyak pasti kaya itu sangat tidak dapat dimungkiri. Kaya bukan berarti dikaitkan dengan maju. Beberapa negara maju yang harus membeli minyakpun sangat banyak. Hal ini menunjukan, bahwa predikat maju untuk sebuah negara tidak hanya dilihat dari kekayaan alam yang mereka miliki. Terdapat perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi yang berjalan berurutan. Poin utamanya berada pada titik tersebut, sehingga sangat masuk akal ketika Nigeria berhasil menyita perhatian karena diklaim sebagai negara yang masih miskin penyulingan.

Mengapa hal itu bisa terjadi? Padahal jika melihat pada progress negara-negara dengan hasil minyak tertinggi, penyulingan menjadi poin yang paling krusial untuk dimiliki. Pertimbangan ini menjadi bentuk yang menarik, sebab minyak yang telah disuling akan memiliki harga pasar yang lebih tinggi. Konteks tersebut yang pada akhinya, membuat haarga minyak dunia bergerak signifikan. Fluktuasinya tidak dapat diprediksi secara tepat, sehingga beberapa hal yang menyulitkan tentang kenaikkan minyak dunia akan mempengaruhi banyak sektor lain. Lalu, bagaimana dengan Nigeria? Data penyebutkan, bahwa negara ini berhasil mengekspor minyak mentah dalam jumlah yang sangat besar. Kenyataan ini tentu menjadi bagian terbesar untuk Nigeria mendapat hasil pendapatan tinggi.

Permasalahannya muncul, ketika Nigeria termasuk negara yang juga import minyak sulingan. Masyarakat pasti paham, bahwa minyak suling memiliki harga yang lebih tinggi. Perputaran ekonomi yang seperti ini yang pada akhirnya, membuat Nigeria mengalamai banyak kesulitan dalam bidang ekonomi. Konteksnya tentu tidak semudah yang dibayangkan. Proses penyulingan minyak dan lainnya tentu akan memperlukan anggaran yang lebih besar. Nah, itulah permasalahan yang sedang dihadapi ole produsen minyak di Nigeria. Apabila ditarik lebih jauh, Nigeria sebenarnya memiliki jumlah populasi dan ekonomi terbesar pada beberapa tahun lalu. Fakta it uterus berkurang karena kenyataannya, Nigeria menjadi negara yang selalu bergantung pada import minyak sulingan.

Perkara ini sama seperti Indonesia yang melakukan import besar. Padahal sejarah mengatakan, bahwa Indonesia termasuk negara dengan mayoritas petani. Permasalahannya hampir sama, dan hal itu selalu terjadi pada negara-negara berkembang. Bayangkan saja, berbagai sumber menyatakan bahwa Nigeri menjadi negara dengan hasil produsen terbesar minyak dan gas di Afrika. Bukankah ketika keduanya dimaksimalkan akan menghasilkan keuntungan berlipatganda untuk negara tersebut. Lalu, apa yang sedang dilakukan oleh pemerintahan terkait permasalahan ini? Systemnya bobrok, sehingga langkah yang seharusnya menjadi system penyulingan tidak berjalan dengan tepat. Kerugian terbesar kembali terjadi, Nigeria tentu harus banyak belajar mengenai keadaanya sekarang.

Mengingat standar negara lain terus meningkat. Persaingan yang terjadi diantara negara-negara lain yang mengerikan. Tidak menutup kemungkinan, Nigeria harus melakukan kerjasama dengan negara maju untuk memastikan penyelamatan sumber alam minyak yang dimiliki. Meskipun mereka akan membutuhkan pengeluaran yang lebih besar, namun langkah itu dianggap paling tepat untuk menyelamatkan sektor ekonomi yang dimiliki. Jika harus tetap import, ada baiknya untuk melakukan pengendalian dibeberpaa sektor lain. Hal itu dikarenakan Nigeria juga habis-habisan dalam mengelontorkan subsidi setiap tahunnya. Bukankah fakta ini menjadi sangat mengerikan, ketika Nigeria harus kembali pada titik nol? Belum lama ini, negara yang berada dibagian barat Afrika tersebut bahkan mengalami krisis uang karena system uang baru yang diluncurkan.

Persoalan internal yang dialami begitu beragam, sehingga sudah seharusnya Nigeria membangun bersama untuk masa depan yang lebih cerah. Bagaimanapun hubungan negara ini dengan Jerman bisa menjadi jalan keluar yang dapat dimanfaatkan. Apabila langkah tersebut terlihat sulit, Nigeria dengan system pemerintahannya mungkin memiliki solusi efektif lain untuk memastikan semua permasalahan internal yang sedang dialami. Setiap negara pasti mempunyai konflik internal yang wajib diselesaikan. Konsep kembali menarik karena pada akhirnya, negara memang perlu membuat warga negaranya sejahtera. Tugas seperti itulah yang terjadi membuat pimpinan negara mampu lebih kuat dari warga biasa.

Faktor Krisis Ekonomi di Negeria

Sebenarnya, apabila dilihat secara detail Nigeria bukan negara yang bisa dianggap miskin sepenuhnya. Tercatat, Nigeria menempati sebagai negara di bagian Afrika yang memiliki jumlah penduduk dan pendapatan ekonomi terbesar. Data tersebut sangat jelas, sehingga seharusnya Nigera bisa bangkit untuk menyeimbangkan keadaannya kembali. Sedangkan untuk melihat faktor keterpurukannya. Mungkin Anda akan dibawa pada krisis penyulingan minyak disana.

Nigeria termasuk negara yang berhasil menjual minyak mentah secara global dalam jumlah cukup besar. Dominasi sektor ekonomi digerakan dengan keberhasilan tersebut. Uniknya, negara ini secara bersamaan melakukan import minyak sulingan yang harganya tentu lebih mahal. Tidak hanya sampai disini, Nigeria juga harus memberikan subsidi bahan bakar setiap tahunnya untuk jumlah penduduk yang tak sedikit. Kompleksitas tersebut berputar, sehingga hasil penyualan minyak yang harusnya meningkatkan ekonomi besar-besaran, malah tak tersisa oleh keperluan mendesak yang diperlukan oleh negara itu sendiri.

Disisi lain, krisis proses penyulingan di Nigeria. Langkah untuk memiliki penyulingan sudah dijalankan, namun hal itu tidak berjalan dengan baik. Wilayah yang dijadikan proses penyulingan minyak akhirnya berhenti dan ganggu begitu saja. Keadaan tersebut tentu sangat mengkhawatirkan, pasalnya disaat yang sama Nigeria termasuk negara yang sangat tergantungan pada minyak dan gas sebagai bahan bakar kehidupan. Kabar menyenangkanya, kilang minyak raksasa kembali dibangun di kawasan luar Lagos. Langkah ini tentu memunculkan harapan besar untuk Nigeria dan warga negaranya. Perkembangan ekonomi Nigeria bisa cek di website hokimenang.net yang telah berkembang pesat pada beberapa tahun belakangan ini.

The post Ladang Minyak di Nigeria yang Belum Dioptimalkan appeared first on Daily Independent Nigeria.